Berita  

Afan Driver Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob Yang Dibeli Dari Uang Rakyat !

Kekuasaan di Indonesia Telah Lupa Bahwa Semua Fasilitas Aparat Keamanan Dari Uang Rakyat

LANGITBABEL COM—-Affan Kurniawan bukan siapa-siapa dalam silsilah kekuasaan. Namanya tak pernah tertera di sampul majalah Forbes, tak bergema di ruang paripurna DPR, tak hadir di meja bundar para menteri. Ia hanyalah seorang driver ojol—seragam hijau lusuh, helm berpeluh, dan aplikasi di layar ponselnya yang menanti panggilan.

Namun pada 28 Agustus 2025, tubuhnya diremukkan roda baja rantis Brimob. Jalan raya yang seharusnya jadi panggung rakyat bersuara, menjelma altar pengorbanan bagi demokrasi yang semakin kehilangan jiwa.

Negara menyebutnya insiden. Media menuliskannya sebagai kericuhan. Polisi membungkusnya dengan kata prosedur. Tetapi bagi keluarganya, itu adalah kehilangan seorang anak, yang pergi tanpa sempat berpamitan.

Kekuasaan di negeri ini telah lama lupa:

Bahwa gaji polisi berasal dari rakyat yang mereka pukuli. Bahwa bensin kendaraan taktis yang melindas tubuhnya dibeli dari pajak orang kecil yang mereka abaikan. Bahwa kursi kekuasaan tempat mereka duduk ditopang suara rakyat di bilik-bilik sempit TPS.

Namun ketika rakyat menagih janji, yang turun bukanlah kebijakan, melainkan gas air mata. Yang hadir bukanlah dialog, melainkan tameng dan pentungan. Dan yang berbicara bukanlah nurani, melainkan moncong kendaraan lapis baja.

Inilah wajah demokrasi kita hari ini:

Demokrasi pasar bebas, di mana aplikator digital dilindungi, sementara pengemudi yang menghidupinya digilas. Demokrasi prosedural, di mana rakyat dipanggil lima tahun sekali untuk mencoblos, lalu dipaksa bungkam saat menuntut hak.

Ia telah pergi. Tetapi jejak ban yang menggilas tubuhnya tetap tertinggal di jalan raya—sebagai cermin getir bagi bangsa yang kian jauh dari cita-cita keadilan sosial, dan kian akrab dengan wajah dingin kekuasaan yang represif.

 

Erizeli Jely Bandaro

Exit mobile version