Heboh!Sejumlah Mahasiswa FH UI Diduga Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di FH UI Menjadi Sorotan

Terduga Pelaku (foto istimewa)

LANGITBABEL.COM —–Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terus menjadi sorotan. Tercatat, jumlah korban dalam kasus ini mencapai 27 orang yang terdiri dari 20 mahasiswi dan tujuh dosen.

Seluruh korban diketahui berasal dari lingkungan FH UI. Kuasa hukum korban, Timotius Rajagukguk, menyampaikan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan berkembangnya laporan.

Korban yang saya wakili terdapat 20 orang, semuanya mahasiswa. Dari unsur dosen, terakhir saya dengar ada tujuh orang,” ujar Timotius dalam konferensi pers di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2026).

Ia mengungkapkan, para korban sebenarnya telah menyadari tindakan pelecehan yang dialami sejak tahun 2025. Namun, mereka memilih diam karena tekanan psikologis dan kekhawatiran terhadap posisi para pelaku yang disebut memiliki jabatan di lingkungan kampus.

“Sejak 2025, setiap kali masuk kampus atau kelas, mereka tahu para pelaku bisa saja membicarakan dan melecehkan mereka, bahkan di hadapan mereka sendiri melalui sarana yang disebut grup tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti adanya stigma dan upaya mendiskreditkan korban di ruang publik. Beberapa pihak, kata dia, masih menganggap laporan tersebut berlebihan, sehingga memperburuk kondisi psikologis korban.

Tim kuasa hukum memastikan bahwa bukti yang dimiliki diperoleh secara sah tanpa adanya tekanan maupun ancaman. Bukti tersebut, lanjutnya, merupakan hasil upaya para korban selama lebih dari satu bulan dalam memperjuangkan kasus ini.

Dalam tuntutannya, para korban meminta sanksi tegas berupa drop out (DO) terhadap para terduga pelaku. Menurut Timotius, sanksi tersebut layak diberikan karena para pelaku dinilai tidak lagi memenuhi syarat untuk berada di lingkungan akademik.

 

 

 

Sumber:hukumonlinenewsroom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *