fbpx

Warga Nelayan Bangka Berhasil Temukan HAM Mereka

Share

United Nations atau Perserikatan Bangsa Bangsa telah menerbitkan Prinsip Panduan Bisnis dan Hak Asasi Manusia, keinginan badan usaha mengajukan suatu area tertentu di Propinsi Bangka Belitung menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata bisa jadi sebaiknya memenuhi panduan itu. Apalagi bisnis kepariwisataan selalu melibatkan masyarakat internasional sebagai konsumennya.

Sebelum mensoalkan pertanggungjawaban negara ataupun pelaku bisnis terhadap Hak Asasi Manusia dalam kegiatan bisnis wisata, organisasi Bantuan Hukum PDKPBABEL memilih turun ke kelompok masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang Hak Asasi Manusia sekaligus menangkap secara empiris persepsi publik tentang Hak Asasi Manusia dalam kehidupan sosial nya selama ini.

John Ganesha Siahaan adalah pembicara dan pembuat modul penyuluhan hukum tentang Hak Asasi Manusia bagi seluruh kalangan. Ia memulai materi dengan membacakan sepenggal definisi tentang Hak Asasi Manusia yang terdapat dalam pengertian umum UU No. 39 tahun 1999 . Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa .

Pengertian umum tentang HAM didalam UU ini diambil dan diputuskan pembicara untuk meletakkan batasan penyuluhan hukum tentang HAM adalah menggunakan pendekatan hukum positif. Pembicara menjelaskan Hakikat Manusia sebagai Manusia yang memiliki akal budi dan Keberadaan Manusia sebagai mahluk genus homo sapiens.

Metode penyuluhan yang digunakan pembicara adalah untuk orang dewasa sebab para peserta adalah kalangan Ibu Rumah Tangga, Pemuda, sekitar 5 orang remaja pelajar, dan kalangan profesional dari Kantor Bawaslu Bangka yang melaksanakan ibadah di Masjid Al Inayah – Kampung Nelayan II Sungailiat Bangka tetapi memilih mengikuti acara penyuluhan yang diadakan pada 21 Februari 2020 kemarin.

Pembicara lantas memberikan pertanyaan kepada peserta dan menuliskan jawabannya diatas kertas metaplan. Setiap peserta diminta menuliskan 1 Jenis Hak dalam 1 Kertas, tanpa menggiring peserta untuk memberikan jawaban. Bagi peserta yang tidak dapat menulis, fasilitator memberikan bantuan dalam penulisan.

Tuliskan Hak Dasar (asasi) apa saja yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai Mahluk Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Diskusi menggunakn kertas metaplan tentang Hak Asasi Manusia
PDKPBABEL
Persepsi tentang Hak Asasi Manusia menurut Warga Nelayan Kabupaten Bangka

KEMAMPUAN MANUSIA MENDEFINISIKAN KEMANUSIAAN

Cukup aktif partisipasi peserta, seluruh peserta ternyata berhasil menuliskan pertanyaan yang diajukan peserta, bahkan beberapa peserta mampu menuliskan lebih dari 2-3 jenis hak dasar manusia. Dari catatan notulensi diperoleh jawaban sebagai berikut :

  • Hak untuk Hidup, Bahagia
  • Hak mendapatkan keadilan, perlindungan
  • Hak Memperoleh Pendidikan yang layak
  • Hak untuk sehat dan kesehatan
  • Hak untuk menikah (dicintai dan mencintai)
  • Hak untuk diakui keberadaannya, kebenaran. keyakinan, agama menurutnya
  • Hak untuk sukses

Setelah menempelkan seluruh kertas tersebut didinding, pembicara membangun retorika kemanusiaan untuk dipertimbangkan para peserta diantaranya : Manusia Ada karena Memiliki hak dasar, Manusia memiliki kemampuan menciptakan Kemanusiaan. Kajian tentang retorika tersebut dijelaskan dalam materi pembicara selanjutnya.

Teori Filsuf Zevenbergen menjelaskan bahwa kesadaran manusia selalu didorong karena manusia memiliki hasrat Individualistis (egoistis/atomistis), hasrat Kolektive (organis) dan hasrat mengatur keseimbangan (Ego-Organis)​. Kemampuan itu dimiliki karena manusia memiliki akal untuk menterjemahkan kepentingannya sebagai mahluk pribadi maupun mahluk sosial (keluarga, teman, masyarakat).

Pembicara kembali membangun dialog dengan para peserta tentang hasrat manusia. Misalnya : Apakah yang mendorong anda menuliskan bahwa manusia memiliki hak untuk hidup? Ungkapkan apa yang mendorong/melatarbelakangi peserta menyebutkan Hak Atas Pendidikan adalah pula Hak Dasar Manusia?.

Pilihan jawaban dari peserta adalah Karena Itu Penting, Agar Merasa Nyaman/tenang, Karena Ingin Bahagia, Supaya Adil, Supaya Damai, Supaya Sejahterah. Kumpulan jawaban ini disebutkan pembicara sebagai kemampuan manusia untuk memberi nilai kebaikan sebagai suatu yang dicita-citakan oleh manusia dan kemudian keburukan ketika perangkat hak dasar itu tidak berhasil diwujudkannyatakan. Sessi ini dinamakan Penjabaran Etika dalam Hak Asasi Manusia.

Selanjutnya, pembicara mencoba menguji konsitensi peserta terhadap proses dialog ini dengan mengupas konflik kebebasan berekspresi, hak atas memiliki keyakinan, agama dan budaya. Pada praktiknya penyelesaian perselisihan pandangan tentang HAM itu diwujudkan dengan tindakan persekusi, bully, pengusiran, bahkan kekerasan fisik. Oleh sebab itu, pembicara menjelaskan bahwa kesadaran tentang Hak Asasi Manusia harus diimbangi dengan kesadaran hukum.

Jika prinsip HAM adalah Universal​, Saling Terkait​, Tidak Terpisahkan​, Kesetaraan Nondiskriminasi​, Tidak dapat diambil oleh siapapun (asas legalitas)​, Hak serta kewajiban Negara maka Prinsip Hukum adalah Adanya Perintah dan/atau larangan tertulis, jelas, Perintah dan/atau larangan harus ditaati setiap orang, Adanya sanksi hukum yang tegas dari pejabat yang berwenang​.

Prinsip HAM dan Prinsip Hukum

Pembicara menjelaskan bahwa tujuan dari sesi ini adalah untuk membangun kesadaran tentang hak asasi manusia sebagai kaidah yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara, pelaku usaha dan masyarakat. Pada sesi selanjutnya peserta diberikan pemahaman bagaimana hak asasi manusia tersebut menjadi kesadaran hukum.

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...