fbpx

Syarat Objektif Penahanan menurut KUHAP

Share

Penahanan menurut UU No. 8 Tahun 1981 adalah penempatan tersangka atau terdakwa di tempat tertentu oleh penyidik, atau penuntut umum atau hakim dengan penetapannya, dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang Hukum Acara Pidana.

Meskipun Penahanan dapat dilakukan oleh pihak kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan, akan tetapi syarat penahanan menurut KUHAP adalah :

Syarat Objektif Penahanan Menurut KUHAP

Ynag dimaksud syarat objektif penahanan adalah penahanan yang dijabarkan pada Pasal 21 KUHAP yakni hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana dan atau percobaan maupun pemberian bantuan dalam tindak pidana a. tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih;

Selain itu syarat objektif dapat diadakan penahanan pula untuk tindak pidana

  1. Pasal 282 ayat (3),
  2. Pasal 296,
  3. Pasal 335 ayat (1),
  4. Pasal 351 ayat (1),
  5. Pasal 353 ayat (1),
  6. Pasal 372,
  7. Pasal 378,
  8. Pasal 379 a,
  9. Pasal 453,
  10. Pasal 454,
  11. Pasal 455,
  12. Pasal 459,
  13. Pasal 480
  14. dan Pasal 506 Kitab
  15. Pelanggaran terhadap Ordonansi Bea dan Cukai,
  16. Tindak Pidana Imigrasi
  17. Tindak Pidana tentang Narkotika

Syarat Subyektif Penahanan Menurut KUHAP

Penahanan pun dapat diadakan karena pertimbangan khusus dari penegak hukum yang dilandaskan pada keperluan kepentingan penyidikan, penuntutan termasuk pemeriksaan di pengadilan. Dimaksudkan karena khawatir tersangka/terdakwa melarikan diri, merusak menghilangkan barang bukti atau berbuat kembali.

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.