fbpx

Pernyataan Sikap Pencabutan Perizinan Berusaha Pulomas Oleh Gubernur Babel Erzaldi Rusman Johan

Share

Salinan Pernyataan Sikap Pencabutan Perizinan Berusaha Pulomas oleh Kelompok Nelayan dibawah payung perlindungan hukum organisasi bantuan hukum Perkumpulan Lembaga Pusat Dukungan Kebijakan Publik Bangka Belitung (PDKPBABEL)

            Dibawah payung perlindungan hukum LBH Perkumpulan Lembaga Pusat Dukungan Kebijakan Publik Bangka Belitung, sejak 10 November 2020 kami warga nelayan dan pesisir muara air kantung sesungguhnya telah menyatakan perasaan ketidakadilan, keresahan dan ancaman serius atas keberadaan 2 bukit tumpukan pasir Pulomas yang ada di Ujung Muara Air Kantung yang merupakan satu-satunya alur perairan bagi kapal kami untuk memasuki pelabuhan perikanan nusantara sungailiat.

Pencabutan Perizinan Berusaha Pulomas Sentosa
Kerusakan alur pelayaran kapal rakyat dari aktivitas kerja keruk Perusahaan Normalisasi Muara AIr Kantung

Kami telah jenuh dan kesal selalu diatasnamakan, setiap kali protes atas kerusakan lingkungan perairan kami layangkan kepada pemerintah, justru perusahaan mendapatkan perpanjangan rekomendasi pekerjaan pengerukan.  Berkali-kali sudah terjadi Kapal Kandas, Kapal Tenggalam, Tubrukan Antara Kapal ketika mendekati Ujung Muara Air Kantung. Hendaklah ini dihentikan.

Membaca dan memperhatikan situasi terkini, bahwa Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rusman Djohn telah memberikan sanksi administrasi Pencabutan Perizinan Berusaha bagi PT Pulomas. Menanggapi hal itu, Pencabutan Perizinan Berusaha kepada Pulomas Sentosa di Air Kantung adalah tindakan yang dikehendaki sepenuhnya oleh nelayan dan warga pesisir yang tergabung dalam wadah gerakan ini.

Sebab, hanya dengan dicabutnya perizinan berusaha maka kegiatan PT Pulomas Sentosa menempatkan pasir dan membentuk dinding berupa bukit pasir diujung muara air kantung efektif BERHENTI.

Dengan demikian, pernyataan sikap kami sampaikan kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rusman Djohan;

  1. Memberikan kuasa sepenuhnya kepada Gubernur Provinsi Kep. Bangka Belitung untuk melawan gugatan yang diadakan PT Pulomas Sentosa;
  2. Menuntut ganti rugi pemulihan kerusakan lingkungan alur pelayaran nelayan di Muara Air Kantung kepada PT Pulomas Sentosa;
  3. Meminta Gubernur Provinsi Kep. Bangka Belitung menentapkan status bencana non alam yang disebabkan longsor bukit pasir pulomas sentosa telah menyebabkan alur perairan menjadi dangkal mengakibatkan kapal-kapal nelayan tidak dapat keluar dari pelabuhan menuju laut tangkapan ikan maupun memasuki pelabuhan untuk pengepakan ikan.

Demikianlah, pernyataan sikap ini disampaikan pada tanggal 12 Oktober 2021 sebagai dukungan terhadap Keputusan Gubernur Bangka Belitung tentang Pencabutan Perizinan Berusaha PT Pulomas Sentosa  Sebagai Pelaksana Kegiatan Normalisasi Muara Air Kantung  dan Kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat serta Dukungan terhadap Perlindungan Lingkungan Hidup di Ujung Muara Air Kantung Sungailiat Bangka.

Dibacakan oleh perwakilan nelayan muara air kantung pada saat Acara Konferensi Pers Perkumpulan PDKPBABEL tanggal 12 Oktober 2021 di Rumah Makan Pagi Sore Pangkalpinang.

Mengetahui : Advokat Rustam Rahmad SH, Agus Ewen Tjandera, SH , Berry Aprido Putra, SH.

Penanggungjawab : John Ganesha SIahaan, Ketua Perkumpulan PDKPBABEL

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...