fbpx

Rudianto Tjen : Perempuan Merdeka dari Rasa Takut

Share

Perempuan Merdeka – Tahun 2022 adalah Tahun Perempuan , demikian dikatakan John Ganesha Siahaan Ketua Perkumpulan PDKPBABEL setelah memberikan Materi Penyuluhan Hukum dengan Warga Binaan BAPAS Kelas II Pangkalpinang. Ternyata, salah satu bentuk implementasi yang diadakan PDKPBABEL adalah menyelenggarakan penyuluhan hukum dengan Slogan besar “Perempuan Merdeka” dan tema diskusi mengenai Penghapusan Tindak Pidana Kekerasan terhadap Perempuan.

Sejak Januari sampai dengan September 2022, John melaporkan para Advokat Pemberi Bantuan Hukum secara rutin setiap bulan mengadakan penyuluhan hukum dengan slogan Perempuan Merdeka. Bahan hukum yang disosialisasikan adalah tentang UU No. 23 Tahun 2004 tentang KDRT , KUHP, UU No 12 Tahun 2022 TIndak Pidana Kekerasan Seksual, UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Perjanjian Internasional tentang Penghapusan Diskriminasi Perempuan.

“Sampai September 2022, kami telah menjangkau 168 orang untuk memahami konsep kesetaraan gender dan keadilan gender. Tema besar Perempuan Merdeka ini, diharapkan mampu membangun kesadaran hukum warga tentang Hak Asasi Perempuan”

John Ganesha Siahaan, SH – Ketua Organisasi Bantuan Hukum PDKPBABEL

John Ganesha mengaku organisasi bantuan hukum PDKPBABEL telah menyampaikan agenda reformasi hukum yang diperlukan untuk menjamin akses perempuan meraih keadilan hukum kepada Anggota DPR RI Rudianto Tjen.

Diusulkan Ganesha kepada Anggota DPR RI Rudianto Tjen agar DPR – RI aktif mempertanyakan rencana pembentukan Direktorat Khusus Pelayanan Perempuan dan Anak yang telah disampaikan Kapolri Lustiyo Sigit Prabowo.

“konstitusi kita menyatakan perempuan merdeka dari rasa takut, artinya tindak kekerasan, ancaman kekerasan, pelecehan terhadap perempuan baik didalam maupun diluar lingkup rumah tangga adalah perbuatan terlarang, menciderai demokrasi hukum negara kita”

John Ganesha mengutip tanggapan Anggota DPR RI Rudianto Tjen

Dengan terbitnya UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual pada bulan Mei 2022, semakin mendorong PDKPBABEL lebih giat memperluas penyuluhan hukum bertajuk Perempuan Merdeka. Bahkan, 25 Agustus 2022 kemarin secara khusus PDKPBABEL telah memberikan pelatihan kepada masyarakat dan jaringan pekerja sosial mengenai teknik pendampingan perempuan korban tindak pidana kekerasan seksual.

Sekalipun diakui ganesha, masih banyak masyarakat khususnya laki-laki yang belum mengetahui rumusan perbuatan yang dapat diancam pidana berdasarkan UU TPKS. Beberapa perbuatan pelecehan yang sebelumnya sulit diadakan penuntutan pidana, akan tetapi dengan adanya UU TPKS besar kemungkinan pengaduan / pelaporan akan ditindaklanjuti oleh Penyidik Kepolisian RI.

Bentuk Kegiatan Penyuluhan Hukum Perempuan Merdeka

Salah satu kegiatan Penyuluhan Hukum Perempuan Merdeka yang diadakan PDKPBABEL
Salah satu kegiatan Penyuluhan Hukum Perempuan Merdeka yang diadakan PDKPBABEL

Seperti diketahui, saat ini LBH PDKPBABEL sedang memberikan pendampingan hukum kepada perempuan yang melaporkan perbuatan suaminya yang ketahuan mengadakan perkawinan lagi dengan perempuan lain. Selain itu PDKPBABEL sedang mendampingi perempuan melaporkan peristiwa pelecehan seksual yang dialaminya.

Kasus menjadi rumit, dikarenakan anaknya yang memukul pelaku saat ketahuan sedang melakukan pelecehan justru ditangkap dan ditahan oleh kepolisian karena persangkaan melakukan penganiayaan.

,

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...