fbpx

Ruang Lingkup Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Share

Ruang lingkup kejahatan internasional yang dapat dituntut melalui Internasional Criminal Court atau ICC antara lain Kejahatan Genosida, Kejahatan Terhadap Kemanusiaan, Kejahatan Perang Dan Kejahatan Agresi. Namun ketika diratifikasi dalam hukum nasional , melalui UU No 26 Tahun 2000 Negara Indonesia membentuk Pengadilan HAM yang hanya menempatkan kejahatan Genoside dan Kejahatan terhadap Kemanusiaan sebagai perbuatan yang terlarang dan dapat diancam pidana.

Pada dimensi Kejahatan Genosida, baik ICC maupun Pengadilan HAM di Indonesia tidak terlihat perbedaan, kedua yuridiksi mengadili ini menetapkan unsur esensi penting perbuatan yang maksudnya sebagai genoside adalah memiliki maksud untuk menghancurkan seluruh atau sebagian kelompok nasional, etnis, ras atau keagamaan. Dari sumber hukum Pasal 8 UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM terlihat kemiripan norma dengan Pasa 6 element of crime dari ICC.

Namun pada dimensi kejahatan terhadap kemanusiaan terdapat perbedaan ruang lingkup yang menjadi yuridiksi ICC dengan Pengadilan HAM di Indonesia. Perbedaan itu terlihat dari jenis kejahatan terhadap kemanusiaan yang diatur pada pasal 7 International Criminal Court berjumlah 11 jenis kejahatan sedangkan menurut Pengadilan HAM di Indonesia hanya sejumlah 10 jenis kejahatan.

Dengan demikian perbedaan ruang lingkup pengadilan HAM Nasional dengan ICC terletak pada bahwa ruang lingkup pengadilan HAM Nasional tidak termasuk memeriksa dan mengadili :

  1. Kejahatan Perang;
  2. Kejahatan Agresi, dan;
  3. Kejahatan terhadap Kemanusiaan berupa serangan yang tidak manusiawi dengan sifat yang sama secara sengaja menyebabkan penderitaan berat atau luka serius terhadap badan atau mental atau keadaan fisik;
Ruang Lingkup Kejahatan Terhadap Kemanusiaan
Ruang Lingkup Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...