fbpx

Protokol New Normal Ibadah (Usulan Panduan)

Share

Memiliki keyakinan dan beribadah menjalankannya dalam kegiatan keagamaan sudah menjadi nafas hidup orang Indonesia. Begitu yang saya dengar dari seorang rohaniawan pendeta di Bangka Belitung.

Bayangkan jika nafas hidup itu kini dibatasi, tentu nafas hidup warganegara menjadi tidak kuat menghadapi pandemi covid yang beresiko terjadinya gawat darurat kesehatan masyarakat.”

Advokasi Hak Asasi Manusia Bidang Keyakinan dan Beragama

Penulis ingin berbagi pengetahuan yang bisa menjadi alat bantu menjalankan protokol new normal Ibadah ditempat ibadah di masa tenang pandemi yang sukar ditarik kesimpulan oleh para ahli bahwa tidak akan terjadi lagi gelombang kedua.

Karena penulis adalah seorang kristiani dan menghindar sangkaan penistaan maupun penodaan agama tertentu maka dalam contoh ini disimulasikan protokol new normal ibadah di Gereja. Namun informasi ini mungkin dapat diterapkan pada tempat ibadah agama lainnya.

Tahap pertama yang perlu disiapkan adalah Google Form sebagai alat bantu pendaftaran bagi jemaat yang ingin mengikuti ibadah langsung di gereja. Kita tahu tempat duduk gereja akan diatur taat pada physical distancing yakni jarak, tentu saja jumlah maksimal jemaat biasanya dapat ditampung pada gereja itu akan berkurang secara drastis. Sebab akan dibatasi.

Dengan google form, hal itu dapat diatur dan ditentukan, prinsipnya memang siapa jemaat yang paling cepat dan lengkap dalam mengisi kelengkapan informasi maka ia berpeluang mendapatkan undangan beribadah di gereja lebih dahulu.

“Pilihlah buah yang baik dalam gagasan ini, sebab didalamnya bisa saja tersirat kesan kesesatan lantaran dimaknai siapa cepat – dia bisa gereja – tentulah bukan itu pointnya”

Jika hari ibadah masih 13 hari kedepan, maka mulai hari kedua sebaiknya pengurus ibadah telah membuat materi googleform dengan jeli, sebaiknya tidak terlalu rumit namun tanda wajib isi perlu dibiasakan, sehingga tidak mudah mengisi form seadanya.

Jika kapasitas gereja adalah 50 orang, maka setelah pendaftar telah mencapai angka 50, sudah waktunya pengurus mengadakan undangan tertulis kepada mereka. Undangan tertulis ini semacam tanda masuk ke tempat ibadah, caranya jemaat dapat menunjukan kepada pengurus ibadah yang biasanya berada didepan pintu gereja memberikan salam dan membagikan tata ibadah.

Mereka kelompok pertama (Nomor register 1-50) akan beribadah Pagi, kelompok 2 (Register 51-60) beribadah siang, kelompok 3 (register 61-100) beribadah sore dan kelompok 4 (register 101-150) beribadah malam. Ini adalah Minggu Pertama.

Minggu kedua, mereka kelompok ke-5 (register 151-200) beribadah pagi, kelompok ke-6 (register 201-250) beribadah siang, kelompok ke-7 (Register 251-300) beribadah sore. kelompok ke-8 (register 301-350) beribadah malam. begitulah selanjutnya untuk minggu ketiga. ke-empat dan seterusnya.

Alat bantu yang kedua adalah perlunya pengurus mengisi data nomor handphone Whatsapp para jemaat yang telah mendaftar di Google Contact, sehingga pengurus yang memiliki akses pada email google contact dapat secara auto update dengan android didalam genggamannya.

Alat bantu yang ketida adalah bagaimana pengurus dapat secara cepat dapat menata tabulasi yang menjadi output dari Google Form tertata rapi pada microsoft excel. Khusus untuk ini, penulis bersedia memberikan bantuan teknis pengajaran, namun ada baiknya petugas / relawan yang dikirimkan untuk menghubungi penulis di 0819.9526.5000 adalah seseorang yang telah terbiasa dengan microsoft excel.

Terakhir adalah alat converter file xps dari microsoft excel menjadi file gambar (jpg). Ketika Sheet Microsoft Excel Selesai dibuat, maka file dapat diprint menjadi extension XPS, kemudian file yang telah berubah menjadi XPS, perlu di convert online dengan XPS Convert Online dari file XPS menjadi File JPG.

Dengan adanya nomor kontak para jemaat, maka undangan yang telah dalam bentuk file gambar tersebut dapat dengan mudah dikirimkan kepada jemaat pendaftar. Tentu saja alat bantu ini tidak dimaksudkan untuk mempersulit akses warga menuju kegiatan ibadah, justru membantu gereja dapat memulai kegiatan ibadah dengan new normal.

Semoga membantu.

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...