fbpx

Perguruan Tinggi dan Bursa Dunia Kerja

Share

Hak yang wajib dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia adalah hak untuk mendapatkan pendidikan sampai ke Perguruan Tinggi. Pendidikan adalah sebuah proses pembelajaran memperoleh pengetahuan, pengajaran, pelatihan yang dilakukan oleh sekelompok orang dari generasi satu ke generasi berikutnya. Pendidikan juga salah satu upaya untuk memajukan

kehidupan berBangsa dan berNegara. Akan tetapi saat ini pendidikan kerap kali dijadikan komersil bagi segelintir kaum sebagai investasi yang paling menguntungkan. Sebagaimana amanah tujuan dari Undang Undang Dasar 1945 yakni “Mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Aturan tersebut telah di ciderai sebagaimana dilihat dari kenyataan saat ini. Pendidikan yang  kita lihat dan rasakan semakin mahal biayanya, mengakibatkan banyak pemuda-pemudi yang belum mampu menikmati pendidikan tingkat lanjutan tersebut.

Kenyataan pahit yang di hadapi setiap tahun ialah biaya pendidikan di perguruan tinggi semakin meningkat tiap tahunnya. Seyogyanya pendidikan dapat diakses oleh semua pihak, bukan hanya orang tertentu seperti orang kaya.

Perlu disadari bahwa semua orang berhak diperlakukan dengan sama rata, tidak ada satupun yang berhak mendapatkan perlakuan yang istimewa terutama dalam urusan pendidikan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah pemberian beasiswa, akan tetapi sejauh mana beasiswa tersebut dapat dinikmati oleh pemuda-pemudi yang kurang mampu, tetapi memiliki semangat dan cita-cita yang tinggi.

Faktanya perguruan tinggi telah mencetak jutaan sarjana yang kini telah berafiliasi menjadi pengangguran terdidik, karena kurangnya lapangan pekerjaan mengakibatkan tidak seimbangnya lulusan sarjana maupun magister dengan lapangan pekerjaan yang ada di Negara Indonesia.

Sejatinya bahwa pendidikan bukanlah alat untuk memperkaya diri, akan tetapi mereka-mereka yang telah menempuh perguruan tinggi berharap setelah lulus dapat bekerja, sehingga mereka dapat membantu perekonomian di keluarga mereka masing-masing. Hingga saat ini, kenyataan bahwa banyaknya pengangguran salah satunya berasal dari perguruan tinggi.

Tingginya angka pengangguran terdidik, membuat orangtua berpikir berulang kali untuk membiayai anaknya agar dapat belajar di perguruan tinggi, karena orangtua akan berpikir bahwa kuliah hanya akan menghabiskan uang dan waktu, jika pada akhirnya, anaknya tak dapat bekerja atau dengan kata lain “penggangguran”.

Link and Match “Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja”

Menurut Nadiem Makarim selaku Mendikbud di Istana Negara “Kebutuhan lingkungan pekerjaan di masa depan itu sangat berbeda dan akan selalu berubah. Link and match itu saya akan mencoba menyambung apa yang dilakukan di institusi pendidikan menyambung apa yang dibutuhkan di luar institusi pendidikan, harapan saya ke depan, yaitu untuk menciptakan pendidikan berbasis kompetensi dan berbasis karakter, itu luar biasa penting untuk kita”.

Link and match adalah penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan. Kurikulum dan sistem pendidikan terutama pendidikan tinggi di Indonesia sudah saatnya sesuai dengan kebutuhan kerja (link and match). Pasalnya, sampai saat ini lulusan pendidikan tinggi belum menjadi jaminan bisa memasuki pasar kerja dan dunia industri.

Kerjasama fungsional Link and match dengan dunia kerja profesional, perguruan tinggi secara konseptual akan memiliki peluang yang cukup besar untuk melahirkan lulusannya menjadi calon-calon tenaga kerja yang memiliki profesionalisme yang tinggi. Karena di dunia kerja itulah para mahasiswa akan memperoleh pengalaman baru lebih jauh dan aktual dari sekedar pengalaman yang dideskripsikan pada kurikulum suatu perguruan tinggi.

Tentunya dengan Link and match antara perguruan tinggi dan perusahaan akan sangat membantu para lulusan perguruan tinggi tersebut untuk mendapatkan pekerjaan, disatu sisi perusahaan pun dipermudah untuk mendapatkan orang-orang yang kompeten sesuai dengan kebutuhan perusaahaan agar dapat dipekerjakan di perusahaan demi membangun perusahaan agar lebih besar kedepannya.

Salah satu Link and match yang sangat mudah untuk dibangun oleh perguruan tinggi ialah membangun kerjasama dengan para alumni perguruan tinggi tersebut. Alumni seharusnya  memiliki peran untuk merangkul adik-adik lulusan sarjana agar mendapatkan gambaran dan arah kedepannya. Harapannya ialah ketika dirangkul oleh para alumni, sarjana-sarjana “Fresh Graduate” ini,tidak lagi kebingungan yang muncul setelah mereka lulus, dan kedepannya mereka sudah mengetahui harus kemana melangkah.

Generasi Millenial dan generasi Z akan menjadi tulang punggung bagi Negara beberapa tahun yang akan datang, tentunya mereka harus dibekali dengan science yang mumpuni dan skill yang hebat. Pendidikan adalah tempat untuk mereka dapatkan kedua hal tersebut. Jika pendidikan tak bisa mereka nikmati, apakah mereka harus hidup di jalanan bercakar-cakar mengais rezeki. Negara harus menjamin semua anak-anak maupun pemuda-pemudi untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Wujudkan sekolah gratis di seluruh provinsi yang ada di Negara Indonesia.

RAIZA RANA VIOLA RIADY,S.H

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.