fbpx

KOMNAS PEREMPUAN Pantau Penanganan Pengaduan Ibu Zn : Suami Kawin Tanpa Izin Istri Sah

Share

Komnas Perempuan (Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan) telah mengambil sikap untuk memantau perkembangan laporan pengaduan Ibu Zn dari Bangka Tengah. Kuasa Hukum Ibu ZN , Adv. Muhammad Choiri, SH dari Perkumpulan PDKPBABEL melaporkan surat penyikapan KOMNAS PEREMPUAN diterimanya tertanggal 11 April 2022.

Pendapat Hukum yang diterbitkan KOMNAS PEREMPUAN menurut Choiri, SH menambah daftar alat bukti aduan Ibu Zn. Mengikuti Hukum Acara Pidana, surat Komnas Perempuan yang secara khusus berisikan uraian pendapat hukum terhadap aduan yang disampaikan Ibu Zn. Beberapa penegasan yang diterangkan komnas perempuan bahwa perbuatan suami ZN diduga telah melakukan tindak pidana perkawinan tanpa izin istri sebagaimana Pasal 279 KUHP dan tindak pidana penelantaran keluarga sebagaimana diatur Pasal 7 Jo Pasal 45 dan Pasal 9 Jo Pasal 49 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kantor Komnas Perempuan di Jakarta

Dikonfirmasi kepada Ibu Zn, dirinya mengaku sudah mengetahui Surat Penyikapan Komnas Perempuan terhadap pengaduannya dari Kuasa Hukumnya. Ibu Zn melaporkan sejak Desember 2021 hingga saat ini (april 2022), suaminya (N) telah menghilang dan sulit dihubungi. Berdasarkan sumber medsos, Ibu ZN menduga kuat suaminya sedang bersama selingkuhannya (Ds) berada di Provinsi NAD Aceh. Ibu ZN mengaku lebih prihatin dan khawatir terhadap beban mental dan psikis anak-anaknya.

“Saat ini saya khawatirkan anak-anak. Sering mengurung diri dikamar dan susah diajak makan. Saya sebenarnya sakit hati, harga diri dipermainkan, tapi saya harus kuat demi anak-anak.”

Ibu Zn , Bangka Tengah

Kuasa Hukum Choiri, SH mengatakan serangan psikis terhadap Ibu ZN dan Anak-anaknya masih terus dilakukan suaminya (N) dengan Ds. Keduanya dengan sengaja menyebarkan Gambar foto dan video yang seolah-olah menunjukan adanya hubungan perkawinan diantara mereka. Perbuatan tersebut menurut Choiri SH bertentangan dengan kesusilaan, karenanya Choiri,SH masih menggali motif pembuatan video dan foto tersebut.

“bisa jadi itu hanya konten video agar viral ditonton orang sekampung, tetapi kenyataan hukumnya ada pihak yang menderita ketika menonton video dan foto itu, yakni anak dan ibu Zn (istri sahnya)”

Advokat M. Choiri, SH

Choiri, SH mengatakan langkah advokasi Penasihat Hukum saat ini adalah membantu pihak penyidik Polri dari Polres Bangka Tengah dalam melengkapi alat bukti. Pihaknya akan meminta bantuan penyelidikan ke Polda NAD Aceh dan Batam melalui Kepolisian Daerah Bangka Belitung.

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...