fbpx

Pemain Bisnis Pasir Rebutan Konsesi Air Kantung

Share

Ketua LBH PDKPBABEL sebut status muara air kantung sedang diperebutkan pemain bisnis pasir sementara nasib nelayan pelabuhan perikanan Nusantara Sungailiat terabaikan. Hal ini disampaikan John Ganesha Siahaan SH saat case conference bertajuk “Menakar masuknya intervensi nelayan dalam gugatan Pulomas sentosa melawan Gubernur Babel dan kawan-kawan” , di kantor PDKPbabel, 7 Juni 2022.

Ganesha bahkan mendeskripsikan situasi yang terjadi di muara air kantung tersebut bagaikan perang ekonomi dan bisnis para pemain bisnis pasir yang memiliki koneksi kekuasaan ditingkat pusat. Wajar saja menurutnya problem issue hukum dan ketidakadilan bagi nelayan menjadi tidak mengemuka. “Dalam situasi perang, narasi keadilan hukum dan hak asasi manusia memang akan tenggelam dalam kesunyiannya” jelasnya.

Seperti diketahui sejumlah pemain bisnis pasir dan unsur pemerintah akan berperkara menjadi pihak dalam gugatan PT PULOMAS SENTOSA yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang dengan nomor : 30/pdt.g/2022/pn pgp. Perkara inilah yang nantinya akan dimasuki oleh nelayan Rahman sebagai TERGUGAT II INTERVENSI.

Baca : Nelayan Rahman Gugat Intervensi Perkara PT Pulomas Sentosa Melawan Gubernur Bangka Belitung DLL

Dilaporkan Ganesha bahwa pemberian bantuan hukum berupa jasa pengacara dari LBH PDKPBABEL secara cuma-cuma kepada nelayan Rahman diperoleh dari Program Bantuan Hukum yang dikelola BPHN. “Jangan lagi ada pengusaha dan penguasa bisa semena-mena melakukan perbuatan hukum karena mengira rakyat kecil tidak akan mampu bayar pengacara, sebab sekarang rakyat biasa bisa memasuki persidangan membela kepentingan hukum dan asasi nya”. Demikian pesan John Ganesha Siahaan SH.

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...