fbpx

PDKPBABEL PERTANYAKAN MODUL MODERASI BERAGAMA

Share

Kemarin, 20 Januari 2021 sejumlah Anggota Perkumpulan PDKPBABEL diterima untuk berdiskusi mengenai modul Moderasi beragama oleh Kakanwil Kemenag RI Prov. Kep. Bangka Belitung. Tidak sederhana, Kakanwil mengajak 13 orang staf dukunganya untuk berhadapan dengan para pembela hukum dan HAM yang eksis pada issue keberagaman dan anti kekerasan berbasis agama.

Moderasi Beragama atau Moderasi Agama, menjadi topik yang seru dibahas. Kakanwil Kemenag, DR. H. Moh. Ridwan, M.M menegaskan bahwa Program yang telah disusun sejak Zaman Menteri Lukman Hakim ini wacananya adalah tentang Moderasi Beragama. Kakanwil Moh Ridwan, menegaskan bahwa yang dicanangkan pemerintah bukan program Moderasi Agama. Sebab, Agama telah memiliki aturan dan kitab tersendiri yang tidak bisa dimoderasikan.

Sedangkan, Firman Saputra Direktur Bidang Pendidikan dan Kebudayaan PDKPBABEL mempertanyakan implementasi modul moderasi beragama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Katanya, Moderasi Beragama selama ini sering terdengar namun tidak diketahui bagaimana implementasinya.

Kakanwil Kemenag Moh. Ridwan menyerahkan Buku Modul Moderasi Beragama kepada PDKPBABEL

Ia berharap dengan adanya Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2021 tentang RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN EKSTREMISME BERBASIS KEKERASAN YANG MENGARAH PADA TERORISME TAHUN 2O2O-2O24 Kanwil Kementerian Agama dapat menjadi inisiator untuk membangun program aksi yang komprehensif di Bangka Belitung.

Hal ini turut dipertanyakan Advokat PDKPBABEL Berry Aprido Putra, SH yang beberapa kali memberikan pendampingan hukum bagi pelaku guru dan guru agama yang terjerat pidana perlindungan anak.

“Jangan-jangan tidak ada SOP di Pesantren, atau tidak pernah diberikan penyuluhan hukum tentang Hak Asasi Manusia dalam ide Hukum Perlindungan Anak”

Berry Aprido Putra, SH – Dir. Hukum dan HAM PDKPBABEL

Sementara John Ganesha Siahaan Paralegal PDKPBABEL, mempertanyakan tusi dari Kanwil Kemenag dalam membangun gagasan moderasi beragama. Alasannya, ia mengamati sangat minim literasi dari kalangan rohaniawan diikutsertakan dalam membangun narasi keagamaan tentang social distancing, Vaksin termasuk melawan hoax, persekusi dan kekerasan psikis dan fisik. Menurutnya, Rohaniawan Bangka Belitung memiliki kapasitas dalam lisan dan tulisan untuk mencegah berkembangnya karakter kekerasan dan radikalisasinya dari setiap manusia.

Kakanwil Kemenag menjelaskan tugas fungsi berada pada 2 bidang yakni mendorong pembangunan agama dan keagamaan serta dukungan terhadap pengembangan pendidikan agama dan keagamaan. Terlihat, Kakanwil Kemenag Moh. Ridwan tertarik untuk menyelenggarakan penyuluhan hukum tentang Hak Asasi Manusia dalam Perlindungan Anak bagi tenaga penyuluh agama yang ada di Prov. Kep. Bangka Belitung.

MODUL MODERASI BERAGAMA
BAHAS MODUL MODERASI BERAGAMA DI BANGKA BELITUNG

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...