fbpx

PDKPBABEL Kunjungi Tempat Karaoke di Toboali

Share

Tempat Karaoke di Toboali tiba – tiba menjadi ruang belajar hukum tentang Teknik Pendampingan Korban Tindak Pidana Kekerasan terhadap Perempuan. Kegiatan ini diadakan oleh LBH PDKPBABEL bekerjasama dengan Pemkab Bangka Selatan sebagai bagian dari Implementasi Perda Kabupaten Bangka Selatan Nomor 8 Tahun 2015 tentang Bantuan Hukum bagi masyarakat Miskin di Kabupaten Bangka Selatan.

Tempat Karaoke di Toboali yang identik dengan hiburan justru dimaknai oleh John Ganesha Siahaan (Ketua el-PDKP) adalah tempat yang tepat untuk menyelenggarakan pemberdayaan hukum kecakapan paralegal pendamping perempuan korban tindak pidana kekerasan seksual.

“menurut saya, tempat – tempat seperti ini (tempat karaoke) banyak menyimpan rahasia yang berhubungan dengan materi belajar hukum kita yakni Pendampingan Perempuan Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual”

jelas John Ganesha Siahaan SH – Ketua Perkumpulan PDKPBABEL

Dalam sambutannya Ganesha menyampaikan tujuan pemberdayaan hukum adalah mencetak paralegal yang dapat berinteraksi dengan pengacara bantuan hukum dari PDKPbabel dalam pemberian pendampingan hukum terhadap perempuan yang menjadi korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Sebagai Pemateri dalam pemberian pemberdayaan hukum dilakukan oleh Pengacara Publik Resa Fersandy,SH dan Andira, SH. Dibantu Fasilitator Rika Mawarni, SH, para peserta diberikan tugas pencatatan kronologis dari 3 contoh kasus tindak pidana kekerasan seksual yang bersumber dari Putusan Pengadilan Negeri Bireun, Puttusibau dan Putusan Kasasi Mahkamah Agung.

Peserta Pemberdayaan Hukum tampak antusias belajar sekalipun di Tempat Karaoke
Peserta Pemberdayaan Hukum tampak antusias belajar sekalipun di Tempat Karaoke

Pemateri Andira SH, mengingatkan peserta tentang contoh kasus yang digunakan sebagai bahan belajar hukum memuat kata-kata yang bernada vulgar. Menurut andira, delik tindak pidana kekerasan seksual memang tidak akan luput dari kalimat yang bernada seksis. Andira menginginkan setiap peserta pemberdayan hukum dapat melakukan pencatatan kronologis secara jelas dimulai dengan pemilihan pertanyaan (interview) yang akan disampaikan kepada Perempuan Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Memang benar, contoh kasus yang kita pelajari banyak kalimat yang tidak senonoh. Karena sasaran kejahatan berorientasi pada organ seksual. Kalau mendampingi kasus tindak pidana kekerasan seksual memang harus mampu mencatat kronologis yang dialami korban secarra jelas. “

Andira, SH

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...