fbpx

Pasca Pertimahan Ekonomi Babel Turun Drastis

Share

Mari berdialektika, setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat atau lingkungan hidup yang harus diperlakukan baik dan sehat.

Kemudian Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 33 Ayat (4) UUD 1945 itu menjamin tentang kepentingan setiap orang atau pasal itu sebenarnya menjamin kepentingan lingkungan hidup sebagai sebuah ide.

Sayangnya lingkungan hidup tak bisa menyampaikan narasi gugatannya. Sehingga lingkungan hidup memang tidak akan pernah membela kepentingan nya untuk diperlakukan sehat dan baik.

Pada keadaan seperti ini, satu-satunya cara menghadap-hadapkan hubungan konstitusional saya sebagai penduduk bangka belitung dengan kepentingan lingkungan hidup adalah dengan memandang green constitusional dari perspektif nilai nominal sebuah konstitusi.

Kalau hari ini pasca pertimahan menyisakan kondisi perekonomian menurun drastic dan terjadi kerusakan lingkungan di Bangka Belitung.

Saya tidak perlu menyajikan data-data kerusakan itu, tetapi saya dapat menggantinya dengan suatu pertanyaan apakah masyarakat bangka belitung dapat menikmati pembangunan berkelanjutan setelah pasca pertimahan?

John Ganesha Siahaan

Eco-development adalah prinsip hukum internasional, ia adalah Communis Opnio Doctorum yakni pendapat umum para ahli hukum yang kini menjadi prinsip hukum lingkungan nasional. Di Indonesia, Jimly Ashiddiqie bahkan telah melakukan ajaran hukum tentang nuansa hijau UUD NRI 1945, ia memperkenalkan ajaran tentang teori kedaulatan lingkungan hidup (Ecocracy)

Oleh sebab itu mengajukan kebijakan adanya saham bangka belitung di BUMN PT Timah Tbk yang kini anak perusahan PT Inalum kepada Presiden RI Joko Widodo. Menurut saya, sesungguhnya merupakan upaya membela kepentingan lingkungan hidup yang dicita-citakan oleh konstitusi.

Lingkungan yang baik dan sehat adalah jaminan bagi masyarakat untuk mencapai tujuan hidupnya. Perekonomian berwawasan lingkungan hidup dan kesimbangan kemajuan adalah jaminan bahwa masyarakat bangka belitung tetap dapat hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Jika hari ini seorang Presiden Republik Indonesia mengundang saya untuk berbicara tentang saham bangka belitung di BUMN PT Timah Tbk, maka saya harus menyadarinya bahwa Presiden RI ingin membaca suara konsitusi warganegara nya, bukan suara hati rakyatnya.

Penulis Langitbabel Blog : John Ganesha Siahaan

Baca Juga : Menjamin Green Constitution Masyarakat Bangka Bbelitung

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...