fbpx

Keterkaitan Fungsi Interpol dalam Perjanjian Ekstradisi

Share

Fungsi Interpol – Tidak menutup kemungkinan pelaku tindak pidana telah merencanakan sejak awal akan melarikan diri ke negara lain setelah perbuatan jahat diadakannya disuatu negara bahkan pelaku mungkin telah mempelajari bagaimana hukum pidana di negara yang akan menjadi tempat pelarian nya. Biasanya yang akan dipilih adalah negara yang tidak memiliki Perjanjian Ekstradisi dengan negara tempat status kewarganegaraannya.

Praktik Fungsi Interpol

Sebab apabila antar negara telah terjadi Perjanjian ekstradisi akan sangat mudah bagi kepolisian dari negara tempat kejadian perkara untuk meminta bantuan kepolisian negara tempat persembunyian melakukan serangkaian kegiatan pelacakan dan penangkapan untuk diserahkan kepada kepolisian negaranya dan selanjutnya dapat dibawa pulang untuk segera diadili.

Namun perlu dicermati bahwa ekstradisi sangat ditentukan dari bagaimana sistem Perjanjian ekstradisi yang diadakan antar negara tersebut, apakah menggunakan sistem tanpa daftar nama dan jenis dari kejahatan atau perjanjian ekstradisi dengan sistem dengan daftar jenis kejahatan dan atau sistem gabungan dari keduanya.

Sebab tidak semua permintaan ekstradisi terhadap seseorang akan dipenuhi secara serta merta oleh negara diminta ekstradi – ratio legis- mengingat setiap negara memiliki kedaulatan hukum untuk melindungi setiap orang yang sedang berada pada teritori wilayah hukum negaranya yang harus dihormati oleh negara peminta ekstradisi.

Misalnya beberapa ketentuan ekstradisi didalam UU No 1 Tahun 1979 dan UU No 1 Tahun 2019 tentang pejanjian ekstradisi dengan Pemerintah Negara Arab Saudi , perjanjian ekstradisi antar negara – negara persemakmuran Eropa  yang memungkin terjadinya penundaan ekstradisi terhadap kejahatan politik, kejahatan militer sehingga biasanya tidak dituangkan dalam klausal Perjanjian ekstradisi.

Praktik Fungsi Interpol

Untuk itulah kebutuhan adanya wadah bagi kerjasama kepolisian antar negara dalam menumpas kejahatan nasional yang berdimensi internasional yang kemudian dikenal dengan istilah interpol.  Menurut Pangeran Albert- Monaco kerjasama internasional kepolisian berfungsi untuk :

  • Mempercepat dan mempermudah pencarian dan penangkapan terhadap terduga pelaku tindak pidana yang bersembunyi atau melarikan diri agar terhindar dari penuntutan atas kejahatan yang dilakukannya
  • Interpol akan menjadi wadah yang berfungsi bagi penyempurnaan secara terus-menerus tentang teknik identifikasi suatu tindak pidana;
  • Interpol dapat berfungsi sebagai pusat pengumpulan data tingkat internasional yang bermanfaat bagi program pencegahan dan penanggulangan terhadap kejahatannya yang terus menerus berkembang seiring kemajuan teknologi dan modernisasi;
  • Interpol dapat berfungsi untuk melakukan unifikasi prosedur ekstradisi secara global baik yang didasarkan dengan perjanjian maupun yang belum didasari dengan perjanjian antara negara peminta ekstradisi dengan negara diminta ekstradisi

Kekinian dalam tataran operasional fungsi Interpol ICPO dalam menjalan misi pemberantasan kejahatan transnasional hukum internasional adalah :

  • Berfungsi untuk menjadi wadah pertukaran keterangan polisi (administratif pro justicia) yang berkaitan dengan dokumen alat bukti, barang bukti;
  • Berfungsi melakukan identifikasi profile dan keberadaan penjahat yang sedang dicari kemungkinan keberadaannya di negara lain;
  • Berfungsi dalam menerapkan standar operasional prosedur penangkapan terhadap terduga / pelaku;

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...

1 Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.