fbpx

Kepatuhan Absolut dalam Wawasan Kenegaraan oleh DR Ibrahim SFIl MSI

Share

Kepatuhan Absolut – Negara adalah perjanjian sosial berisikan keteraturan dan kepatuhan, tanpa itu akan terjadi benturan. Demikian sari pembuka Narasumber Ahli DR Ibrahim, S.Fil. Msi pada acara Dialog Interaktif Wawasan Kenegaraan dalam Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan elPDKPBABEL tanggal 29 Juli 2021.

Berangkat dari konsep manusia (artinya bukan warga/penduduk) seutuhnya, DR Ibrahim menggunakan alat analisis Thomas Hobbes menjelaskan 2  elemen penting manusia. Pertama, adalah akal yang secara alamiah bergerak mencari yang terbaik, selalu menghindar yang susah dan ingin menjadi orang kaya atau pejabat dan seterusnya disebut kebahagiaan.

Narasumber DR Ibrahim SFIl MSi saat memberikan Teori Kepatuhan Absolut diacara Dialog Interaktif Wawasan Kenegaraan dalam Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan – 29 Juli 2021 – Kantor Bangka Pos Lantai 2- Penyelenggara elPDKPBABEL

Kedua, hakikat dari manusia adalah memiliki keinginan. Oleh karena setiap manusia memiliki keinginan yang berbeda, maka agar tidak terjadi benturan satu sama salin maka manusialah yang sebenarnya mengkehendaki adanya keteraturan. Perjanjian sosial adanya keteraturan antar manusia itu akan terlaksana jika ada kepatuhan.

“Kita simulasikan, jika tidak ada lampu merah di persimpangan jalan, semua bebas untuk belok kiri, kanan atau lurus.”

DR Ibrahim S.FIl, M.Si – Narasumber Ahli Dialog Interaktif Wawasan Kenegaraan elPDKPBABEL

Ditambahkan DR Ibrahim, negara pada akhirnya merupakan alat untuk mengatur kepentingan antar warga dengan warga. Keinginan dan Akal setiap manusia tersebut perlu ditatalaksanakan sehingga mencapai suatu keadaan yang disebut Kepatuhan Absolut.

Host John Ganesha Siahaan menanggapi kajian filosofi DR Ibrahim sebagai literasi tentang hubungan setiap warga dengan negara. Pengalaman Advokasi LBH el-PDKPBABEL menunjukan Konsep Kepatuhan Absolut masih dimaknai  sebagai “tekanan atas kemerdekaan” belum tiba pada suatu “kebutuhan” yang keniscayaan sebagai beragammnya keinginan dan akal manusia.

John Ganesha Siahaan – Host Dialog Interaktif Wawasan Kenegaraan dalam Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan – 29 Juli 2021 – Kantor Bangka Pos Lantai 2- Penyelenggara elPDKPBABEL

Kemudian, DR Ibrahim juga menjelaskan Penyelenggara Negara pun adalah konsekuensi dari perjanjian sosial manusia tersebut. Pemerintah diberikan kekuasaan beserta kewenangan untuk mewujudkan keteraturan tersebut dalam bentuk Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Sebab tanpa kekuasaan (Power) dan kewenangan maka Penyelenggara Negara akan sulit menjalankan amanah dari perjanjian sosial yang menjadi cita cita pembentukan Negara.

Dialog Interaktif wawasan kenegaraan ini diselenggarakan oleh Perkumpulan PDKPBABEL dengan dukungan PT PLN Wilayah Bangka Belitung dan Media Bangkapos. Untuk menonton siaran tunda acara dialog interaktif dapat dilihat melalui link berikut ini.

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...