fbpx

Kajari Mayasari Minta Stop KDRT

Share

Stop KDRT, demikian permintaan Kajari Mayasari di acara Penyuluhan Hukum bertajuk “Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dalam perspektif hukum pidana dan Perlindungan Hak Asasi Perempuan” yang diselenggarakan LBH elPDKP bekerjasama dengan Pemkab Bangka Selata 25 Agustus 2022.

Kajari Mayasari sempat mengutarakan ekspresi suara hati perempuan dan anak dalam lingkup rumah tangga “AKU BAGIAN DARI TULANG RUSUKMU SEHINGGA MEMBUTUHKAN PERLINDUNGAN DARIMU, JANGAN SAKITI AKU” dan “AKU HASIL DARI BUAH CINTAMU, HARAPAN MASA DEPANMU, JAGALAH AKU“.

Kalimat tersebut diterangkan Kajari Mayasari menggambarkan situasi perempuan dan anak yang menjadi korban KDRT. Karenanya, dalam menangani perkara perempuan korban KDRT, Kajari Mayasari meminta Jaksa turut menggali kondisi psikologi korban, relasi kuasa pelaku terhadap korban (perempuan), respons psikologis maupun kondisi stereotip gender yang dialami korban. Jaksa diharapkan memberikan kesempatan bagi korban dan saksi untuk didampingi baik oleh pekerja sosial, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), keluarga ataupun pendamping lainnya.

Kajari Mayasari dalam Penyuluhan Hukum Perempuan Merdeka PDKPBABEL

Sementara untuk memastikan akses keadilan perempuan pelaku dalam perkara pidana, selaku Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Kajari Mayasari menetapkan suatu arahan kepada Jaksa yakni tidak boleh mengeluarkan pertanyaan yang seksis, menimbulkan diskriminasi berbasis gender, dan membangun asumsi yang tidak relevan sehingga merugikan bagi perempuan dan anak yang menjalani pemeriksaan di pengadilan.

Diacara penyuluhan hukum ini, Kajari Mayasari melaporkan bahwa sejak Januari – Juli 2022 terjadi 26 Tindak Pidana yang melibatkan Perempuan dan Anak dengan Rincian 11 Perkara Perempuan sebagai pelaku dan 15 Perkara Perempuan sebagai Korban. Selain itu, Kajari Mayasari menampilkan VIdeo berjudul Bisa Berkumpul Kembali Bersama Keluarga Karena Restorative Justice.

Video Restorative Justice Kejaksaan Negeri Bangka Selatan

Video Restorative Justice yang ditampilkan Narasumber Kajari Mayasari, berisikan upaya penyelesaian perkara KDRT yang berhasil mempersatukan kembali sepasang suami istri. Diakhir materi narasumbernya Kajari Mayasari meminta peserta yang merupakan jaringan kerja perlindungan pemberdayaan perempuan dan anak dibawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Bangka Selatan untuk aktif mengajak korban KDRT berbicara. Pengalaman Advokasi yang dialami Kajari Mayasari menunjukan, korban / pelaku kekerasan membutuhkan teman yang bisa diajak berbicara.

Materi Kajari Mayasari

Pedoman-Kejaksaan-RI-Nomor-1-Tahun-2021

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...