fbpx

Doktor Zaprulkhan Kaji Hukum Haram Penimbunan saat Pandemi

Share

Rektor kampus IAIN yang merupakan Cendikiawan Islam di Bangka Belitung Doktor Zaprulkhan, S.Sos.I, MSI angkat bicara untuk memastikan umat Islam mengetahui hukum haram pada kegiatan penimbunan barang kebutuhan pokok.

Ketua Pendidikan dan Kebudayaan Firman Saputra yang juga dikenal sebagai Ustadz menerangkan video kajian hukum haram penimbunan saat pandemi oleh Doktor zaprulkhan adalah bersumber dari peristiwa suci :

“Dari Ma’mar ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang menimbun barang, maka ia bersalah (berdosa).”

(HR. Muslim).
Akan tetapi lebih lanjut Doktor Zaprulkhan menerangkan bahwa penimbunan saat pandemi menjadi alat pemiskinan.

Penimbunan barang (ihtikar) biasanya dilakukan dengan tujuan untuk dijual ketika barang sudah sedikit atau langka sehingga harganya mahal. Akan tetapi lebih lanjut Doktor Zaprulkhan menerangkan bahwa penimbunan saat pandemi menjadi alat pemiskinan.

Pemiskinan adalah kata kerja yang artinya upaya untuk mengadakan orang lain menjadi miskin. Pemiskinan itu terjadi karena kelangkaan barang-barang pokok saat pandemi seperti Hand Sanitizer, Masker, Bawang Merah, Bawang Putih, dan lainnya akan memberikan inflasi atau meningkatnya harga produk tersebut.

Karena melakukan pemiskinan itu, maka penimbunan pada saat pandemi memenuhi hukum haram dalam iman masyarakat Islam. Doktor Zaprulkhan menganjurkan umat Islam tidak mengadakan kegiatan penimbunan itu.

Gubernur Erzaldi Berikan Jaminan Perlindungan Hak Keyakinan dan Beribadah bagi warga Bangka Belitung

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...