fbpx

Catatan Untuk Hari Tani Nasional Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Share

Kedaulatan Pangan – Mulai dari membuka lahan, mengolah hingga menanam sampai panen. Runtutan ini sudah menjadi rutinitas bagi petani dalam melakukan aktivitasbya sehari -hari demi menyambung kehidupan. Dari tani ini juga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi, tak ada bayaran mereka bekerja selain menunggu panen.

Hanya hasil menjadi tumpuan dari panen ke panen setelah menyisahkan bagian untuk makan sehari-hari. Bagi mereka yang bertani secara besar-besaran hal ini tidak menjadi persoalan. Tetapi bagi petani kecil dengan mengusahakan tani sekala kecil menjadi permasalahan yang harus dihadapi, dan bicara tentang hidup.

Hari ini adalah peringatan hari tani nasional yang banyak mengantung harap tapi belum terwujud. Alat -alat dan teknologi canggih seharusnya telah dipakai dalam mengolah lahan pertanian, sarana prasarana harus disediakan dan ditopang untuk menjadikan pekerjaan menjadi ringan dan mudah. Semangat yang membara memang diakui oleh pahlawan tani dalam mempertahankan ketersedian pangan.

Kedaulatan Pangan

Keadaan ini membuat petani sebagai profesi yang ditinggalkan kaum melineal. Apa jadinya kedepan jikalau petani muda tidak mengantikan petani tua, hal ini akan menjadi krisis pangan. Infasi akan begitu asik masuk ke negara yang dapat julukan negara agraris yang mana rakyatnya kuat dalam soal pangan yang katanya negeri “gemah ripah lo jinawi”.

Untuk mewujudkan itu, Pada tahun 2002 berhasil dibentuk sebuah komite, yaitu International Planning Committee (IPC) untuk kedaulatan pangan. IPC merumuskan bahwa kedaulatan pangan memiliki empat area prioritas atau pilar, yaitu
(1) hak terhadap pangan,
(2) akses terhadap sumber-sumber daya produktif,
(3) pengarusutamaan produksi yang ramah lingkungan (agroecological production), serta
(4) perdagangan dan pasar lokal (IPC, 2006).
Hak terhadap pangan dikaitkan dengan pengembangan pendekatan hak asasi manusia pada individu, serta pangan bergizi yang diterima secara kultural, sedangkan akses kepada sumber daya produktif berkaitan dengan akses kepada lahan, air, dan sumber genetik. Selain itu menjadi point juga bahwa pelindungan hukum terhadap petani seperti penerbitan hak atas lahannya dan pajak yang tidak memberatkan sehingga tidak ada lagi petani tergusur atas lahannya.

Seiring pandemi banyak sektor usaha di perkotaan stagnan, buruh banyak di PHK, tapi sektor pertanian tetap berjalan tanpa mengenal pandemi covid. Dengan kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menfokuskan profesi pertanian lalu mencari komoditi unggulan sebagai alternatif bagi pekerja yang di PHK untuk dapat kembali ke desa dan mulai membuka usaha tani. Pemerintah harus mengatur Nilai Tukar Pertanian (NTP) yang stabil sehingga petani tidak merugi dan bisa menjadi sumber penghasilan terutama di sektor padi yang disaat pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan sebesar -4,19% (Q to Q) dan secara year on year (yoy) turun -5,32%.sebaliknya PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 Berdasarkan rilis Badan Pusat Staristik (BPS).

Kemandirian petani dan kedaulatan pangan dan petani harus menjadi perhatian pemerintah dalam urisa pendanaan, bibit unggul, pupuk, alsintan, aplikasi informasi digital dan pembinaan kapasitas SDM serta kestabilan NTP hasil tani harus dimiliki petani – petani, dengan begitu mensejahterakan petani dapat terwujud serta upaya membangkitkan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi covid yang masih menjadi fokius pemerintah dalam menangulanginya.

Salam Petani!!!
Selamat Hari Tani Nasional 24 september 2020

Z

Kontributor  Langitbabel.com

You may also like...

1 Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.