fbpx

Berpikir Empiris Mengurai Cara Manusia Memiliki Pengetahuan

Share

Berbeda dengan zaman filsuf beraliran rasionalis, pendekatan filsuf empiris lebih menekankan cara berpikir yang menguraikan bagaimana suatu pengetahuan itu dapat dikenali. Kalangan Empiris tidak mengedepankan pemikiran yang membangun pandangan metafisis.

John Locke (1632-1704) seorang ahli hukum menyelami konsep berpikir dengan cara sensation and reflection yakni kemampuan untuk dapat memberikan pengertian atau dapat diraih wujudnya. Kemudian Reflection sebagai suatu pengenalan intuitif.

Sederhananya, John Locke ingin mengatakan bahwa pada awalnya bukanlah akal akan tetapi pengalaman berdasarkan sensation dan reflection. Akal menurut John Locke bersifat pasif pada saat berjumpa dengan pengetahuan. Akal tidak melahirkan pengetahuan, akan tetapi melahirkan gagasan atau ide yang timbul karena praktik pengalaman.

Filsuf yang dikenal sebagai Bapak Pemikiran Liberalisme ini, banyak mempengaruhi pemikiran JJ Rousseau, David Hume, Immanuel Kant tentang epistomologi yakni hakikat manusia dapat menentukan kebenaran dan keabsahan atas pengetahuan yang ia peroleh.

“whatever I write, as soon as I discover it not to be true, my hand shall be the forwardest to throw it into the fire.” 

Ilustrasi John Locke tentang Filsafat Kesadaran

Maksudnya, bahwa pada saat seseorang menulis, kemudian mengetahui bahwa ada sensasi yang ditulisnya adalah suatu yang salah, maka kemudian tangan orang tersebut yang akan segera menjalankan refleksi untuk melemparkan kertas tersebut kedalam api. Begitu ilustrasi John Locke menjelaskan makna Filsafat Empiris.

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...