fbpx

Alasan Pembatasan Hak Menikah

Share

Di Indonesia pembatasan hak menikah merupakan peristiwa. Hal ini disebabkan adanya UU No 1 Tahun 1974 yang mengatur tentang perkawinan. Salah satu pengaturan adalah mengenai usia perkawinan yang menjadi alasan pembatasan hak menikah.

Awalnya , berdasarkan pasal 7 ayat (1) dinyatakan pembatasan hak menikah dinyatakan adalah dengan “Perkawinan hanya diizinkan bila piha pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun”.

Apabila pembatasan hak menikah berdasarkan usia itu akan disimpangi maka dispensasi dapat diminta kedua orang tua pihak pria atau pihak Wanita kepada Pengadilan atau pejabat lain.

Namun, pembatasan hak menikah atau batas usia perkawinan dalam UU No 1/1974 tersebut telah diubah dengan UU No 16 Tahun 2019. Pembatasan hak menikah dinyatakan apabila baik pria dan wanita itu sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun.

Kemudian pembatasan hak menikah tersebut diikuti dengan adanya pengetatan permohonan dispensasi ke Pengadilan oleh orang tua pihak pria dan/atau orang tua pihak wanita harus diikui dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup.

Apabila dicermati Perubahan batas usia perkawinan tersebut sebenarnya bukan berangkat dari inisiatif DPR maupun Pemerintah. Inisiatif justru berasal sekelompok Ibu Rumah Tangga yang mengajukan Uji Materi Pasal 7 UU No 1 Tahun 1974 bertentangan dengan asas Equality before the Law yang terkandung pada pasal 27 UUD 1945.

Pembedaan usia antara laki-laki (19) dan Perempuan (16) dalam hukum perkawinan dinilai telah menempatkan kedudukan hukum perempuan berbeda dengan laki-laki. (Vide : putusanMahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor : 22/PUU-XV 12017 perlu melaksanakan perubahan atas ketentuan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan).

Pages: 1 2

Elvin Mustika

Penggiat Literasi Hukum dan Hak Asasi Manusia dari Kampus Universitas Terbuka Pangkalpinang

You may also like...